Welcome To My Blog...

Minggu, 25 April 2021

0 Komputasi Kuantum

 

https://tanyadigital.com/wp-content/uploads/2020/06/apa-itu-quantum-komputing.jpg.webp

 

Kecepatan komputer mengolah informasi sangat ditentukan oleh prosesornya. Dalam teknologi digital silikon (konvensional), untuk meningkatkan kecepatan prosesor kerapatan transistor dalam cip prosesor harus ditingkatkan. Upaya untuk meningkatkan kerapatan transistor ini tidak mungkin dilakukan terus menerus tanpa batas karena suatu saat pasti akan mencapai maksimum, yaitu ketika ukuran transistor sudah tidak dapat diperkecil lagi. Pada keadaan ini perlu ditemukan teknologi baru, misalnya teknologi kuantum, untuk meningkatkan kecepatan prosesor.Istilah kuantum (quantum) belakangan ini mulai populer dan sering digunakan dalam berbagai konsep yang memperkenalkan suatu paradigma baru, misalnya quantum learning, quantum teaching, quantum business, dan sebagainya. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa istilah kuantum pertama kali diperkenalkan oleh Max Planck, seorang fisikawan Jerman, dalam teori kuantum cahaya untuk menjelaskan radiasi benda hitam. Secara tak langsung teori inilah yang melahirkan fisika kuantum yang mempunyai efek dominan pada sistem dalam skala atomik. 
 

Pengertian Komputasi Kuantum

Komputer kuantum adalah alat hitung yang menggunakan sebuah fenomena mekanika kuantum, misalnya superposisi dan keterkaitan, untuk melakukan operasi data. Dalam komputasi klasik, jumlah data dihitung dengan bit; dalam komputer kuantum, hal ini dilakukan dengan qubit. Prinsip dasar komputer kuantum adalah bahwa sifat kuantum dari partikel dapat digunakan untuk mewakili data dan struktur data, dan bahwa mekanika kuantum dapat digunakan untuk melakukan operasi dengan data ini. Dalam hal ini untuk mengembangkan komputer dengan sistem kuantum diperlukan suatu logika baru yang sesuai dengan prinsip kuantum.
 

Jenis Komputasi Baru

Ada banyak manfaat komputasi klasik yang sudah kita rasakan. Namun, ada saja tantangan yang tidak bisa di pecahkan oleh sistem saat ini. Untuk masalah diatas ukuran dan kompleksitas tertentu, kita tida bisa mengandalkan komputasi klasik.

 

Untuk dapat memecahkan permasalahan ini, kita membutuhkan komputasi baru. Komputasi kuantum universal memanfaatkan fenomena mekanika superposisi dan keterkaitan kuantuk untuk menciptakan keadaan yang berskala eskponensial dengan jumlah qubit dan bit quantum 

 

Dasar - Dasar Komputasi Quantum

Semua sistem komputasi mengandalkan kemampuan mendasar untuk menyimpan dan memanipulasi informasi. Komputer saat memanipulasi bit individual, yang menyimpan informasi sebagai status biner 0 dan 1. Komputer kuantum memanfaatkan fenomena mekanika kuantum untuk memanipulasi informasi. Untuk melakukan ini, mereka bergantung pada bit, kuantum dan qubit


Cara Kerja Komputer Quantum

Komputer kuantum melakukan perhitungan berdasarkan probabilitas keadaan objek sebelum diukur. Bukan hanya 1s atau 0s yang berarti mereka memiliki potensi untuk memproses data secara eksponensial lebih banyak dibandingkan dengan komputer klasik

 

Komputer klasik melakukan operasi logis menggunakan posisi pasti dari keadaan fisik. Ini biasanya biner, artinya operasinya didasarkan pada salah satu dua posisi. Status tunggal seperrti hidup atau mati, naik atau turun, 1 atau 0, disebut sedikit.

 

Dalam komputasi kuantum, operasi bukannya menggunakan keadaan kuantum suatu objek untuk menghasilkan apa yang dikenal sebagai qubit. Keadaan ini adalah sifat yang tidak terdefinisi dari suatu objek sebelum terdeteksi, seperti putaran elektron atau polarisasi foton.

 

Alih- alih memiliki posisi yang jelas, keadaan kuantum yang tidak terukur terjadi dalam 'superposisi' . Superposisi ini dapat terjerat dengan objek-objke lain, yang berarti hasil akhirnya akan berhubungan secara matematis. Matematika yang rumit dapat dihubungkan ke algoritma khusus untuk membuat pekerjaan singkat dari masalah yang membutuhkan waktu yang lama bagi komputer klasik

 

Algoritma akan berguna dalam memecahkan masalah matematika yang kompleks, memproduksi kode kamanan yang sulit untuk dipecahkan, atau mempredeksi interaksi beberapa partikel dalam reaksi kimia.

0 Teknologi Cloud Computing

https://e2consulting.co.id/wp-content/uploads/2020/10/01-09-2020-Cloud-computing2.jpg

 

Kebutuhan akan data menjadi sangat penting di dunia IT, khususnya untuk perusahaan atau startup yang bergerak di bidang teknologi dan digital. Untuk itulah, perlu adanya sebuah wadah atau tempat untuk menyimpan berbagai informasi dan data dalam kapasitas yang besar. Untuk menangani hal tersebut, saat ini telah diciptakan terobosan terbaru dengan memanfaatkan jaringan internet yang dinamakan dengan cloud computing.

Istilah tersebut tentu saat ini sudah tidak asing bagi pengguna media internet. Sehingga, banyak yang menggunakan penyimpanan berbasis cloud, daripada menggunakan penyimpanan yang berbasis konvensional. Bagi yang belum mengetahui apa itu cloud computing, kami akan memberikan pemaparannya mulai dari pengertian, hingga cara kerjanya.

 

Pengertian cloud computing


Cloud computing merupakan istilah dari bahasa Inggris yang berarti komputasi awan. Untuk istilah ‘awan’ merupakan metafora dari internet. Jadi, definisi yang sebenarnya dari cloud computing adalah sebuah proses pengolahan sistem daya komputasi, melalui jaringan internet yang menghubungkan antara satu perangkat komputer dengan komputer lain, dalam waktu yang sama.

Sehingga, komputasi awan sendiri juga termasuk dalam teknologi yang menjadikan internet sebagai center of server untuk mengelola data pengguna (user). Dengan menggunakan cloud computing, maka anda tidak perlu menginstall sebuah aplikasi secara manual, dan memudahkan dalam mengakses informasi melalui internet.

 

Fungsi dari cloud computing

Terdapat banyak sekali fungsi yang dimiliki oleh komputasi awan, berikut ini kami merangkum menjadi tiga fungsi utama dari penggunaan cloud computing untuk membantu aktivitas pengguna.

  1.  Meningkatkan kapasitas penyimpanan data
  2.  Meningkatkan kinerja stakeholder
  3.  Mendapatkan pembaharuan sistem secara berkala (up to date)

 

Jenis – jenis dari teknologi cloud computing

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi dari cloud computing, selanjutnya masuk pada jenis atau tipe – tipe dari teknologi cloud computing. Jika dilihat dari sistem penggunaan atau hak aksesnya, komputasi awan terbagi menjadi empat jenis, berikut merupakan penjelasannya.

  1.  Public Cloud

    Public cloud computing adalah penyimpanan setiap data dan informasi pada media internet dengan model layanan yang menggunakan hak akses secara publik. Yang berarti, anda dapat menggunakan setiap fitur dan layanan secara gratis dan tidak memerlukan biaya.

  2.  Private Cloud

    Private cloud merupakan pemakaian teknologi cloud untuk kepentingan suatu organisasi atau perusahaan saja yang bersifat private. Biasanya, digunakan untuk kebutuhan bisnis agar lebih mudah dan cepat dalam menghubungkan komunikasi antar tim.

  3.  Community Cloud

    Community cloud merupakan sistem penyimpanan berbasis awan yang digunakan untuk kepentingan sebuah komunitas atau institusi. Community cloud dapat dikelola secara internal maupun menggunakan bantuan pihak ketiga, sehingga dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan dan dapat ditanggung oleh kedua belah pihak.

  4. Hybrid Cloud

    Hybrid cloud adalah gabungan dari private dan public cloud computing, yang mana layanan ini biasanya diterapkan pada sebuah institusi. Layanan ini juga termasuk ke dalam Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).

Struktur komputasi awan

Selanjutnya, masuk pada materi pembahasan mengenai struktur apa saja yang dimiliki oleh komputasi awan.

  1.  Computer front end

    Computer front end merupakan komputer desktop yang muncul pada halaman depan interface (antarmuka). Yang mana, dalam hal ini merupakan sisi dari client dan sistem cloud computing. Yang kemudian akan disesuaikan dengan kebutuhan fungsi dari setiap interface -nya.

  2. Computer back end

    Computer back end adalah komputer untuk melayani kebutuhan penyimpanan data dalam jumlah yang besar, contohnya adalah komputer server dan data center. Biasanya, computer back end menangani kinerja dan kebutuhan pengelolaan basis data berkapasitas tinggi.

  3. Computer front and back end (Hybrid)

    Struktur yang ketiga ini berfungsi untuk menghubungkan antara dua komputer diatas. Dimana, memungkinkan untuk dapat bertukar informasi dan data secara cepat dan akurat. Contoh dari device ini adalah LAN (Local Area Network) dan Internet.


Cara kerja dari komputasi awan

Untuk teknologi cloud computing sendiri menjadikan internet sebagai pusat server dalam mengelola sebuah data. Sistem sangat memudahkan user dalam mendaftar dan masuk pada aplikasi tanpa perlu menginstall -nya terlebih dahulu.

Karena tidak memerlukan proses instalasi, maka penyimpanan dilakukan secara virtual. Sehingga tidak membebani penggunaan memori pada perangkat komputer client. Kemudian, anda dapat menjalankan berbagai perintah yang ada pada menu tampilan antarmuka dan selanjutnya akan diproses oleh server aplikasi.


Manfaat yang dimiliki

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dimiliki oleh komputasi awan, diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Sebagai media penyimpanan ada server secara terpusat
  2. Sebagai pusat keamanan data
  3. Tahan lama dan tidak membutuhkan biaya yang besar

 

 

 
Hell Yeah Pointer 2